Sangat banyak hal hal kontratiktif di dunia ini. Salah satunya ialah seseorang yang dianggap pintar tapi perilakunya mencerminkan ketololan yang luar biasa. Kenapa bisa demikian? Sebenarnya mengapa mereka dianggap pintar dan perilakunya tolol ?
Begini, orang orang yang dianggap pinter ini ialah orang berpendidikan. Minimal S1, mungkin bagi orang yang tidak sekolah atau memiliki tingkat pendidikan rendah. Mereka ini dianggap pintar, bahkan disanjung. Namun ketika dihadapkan pada suatu persoalan sepele akan muncul suatu ketololan yang luar biasa.
Mengapa tingkat ketololannya hingga tingkat luar biasa?
Karena dia menyebarkan hasil dari pemikiran tololnya yang tidak mengerti apa apa kepada khalayak umum. Sehingga orang akan teracuni oleh pemikirannya yang salah dan akan terbentuk suatu pola pikir yang salah. Karena diawal orang orang tadi memang dianggap orang pintar.
Sebenarnya apa penyebabnya? Penyebab utamanya ialah penyakit hati. Karena penyakit hati ini seperti katalis dalam ketololan otak manusia dan mebgambil alih kecerdasannya dengan emosi. Maksud saya, ketika kita membenci seseorang. Maka ada kecenderungan kita suka akan berita negatif tentangnya. Bahkan ketika melijat sekilas langsung disebarkan.
Begini kasusnya :
Disebuah negeri bernama Endonesia. Ada sebuah televisi bernama Tvwan. Tvwan ini memang suka menyebar fitnah dan membesar besarkan masalah. Tapi di negeri itu ada media tandingannya bernama tv ompremgan. Mereka selalu mengeluarkan berita dari sudut pandang masing masung sehingga bisa dilihat bahwa mereka tidak lagi objektif. Ternyata banyak masing masing penonton yang juga ikut pembenci media lawannya.
Diantaranya ini ialah orang orang yang dianggap pintar ini. Karena dia sudah terlanjur membenci yang termasuk penyakit hati. Maka otaknya sudah mulai tolol. Muncullah fitnah fitnah terhadap media yang dia benci. Dan fitnahnya ini sangat kekanak kanakan dan sama sekali tidak masuk akal. Lalu dengan senangnya, dia langsung membagikan berita itu ke teman temannya. Disinilah ketololannya yang luar biasa itu muncul. Padahal berita fitnah itu sangat mengada ngada namun karena kebenciannya terhadap yang difitnah itu, maka otaknya menjadi TOLOL dan menutup akses berpikirnya. Dan ketololan berlanjut. Teman temannya yang tau bahwa dia orang yg berpendidikan. Namun sama sama menbenci hal yg sama. Mereka menjadi tertular ketololannya. Kumpulan orang tolol mulai menghujat bersama, istilahnya seperti menuduh bayi membunuh anjing padahal di anjing lagi memakan bayi itu. TEPAT SEKALI, korban dianggapnya menjadi pelaku. Dan pastinya ketololan itu akan terus diaebarkan baik dari mulut ke mulut ataupun media lainnya.
Semoga kita dilindungi dari penyakit hati yang membuat otak kita terkunci hingga menjadi tolol.
Jadikanlah kita orang yang cerdas y Allah.
Aamiin